Bulan: Juli 1999

ejarah Singkat Bawaslu Kota Pekanbaru

Sejarah Singkat Bawaslu Kota Pekanbaru Badan Pengawas Pemilihan Umum atau lebih sering di sebut Bawaslu, Lembaga pengawas pemilu sengaja dibentuk untuk mengawasi tahapan penyelenggaraan Pemilu, Menerima Pengaduan Serta Menangani Kasus Pelanggaran Administratif pemilu serta pelanggaran pidana Pemilu Berdasarkan tingkatan Sesuai dengan pertaturan Perundang-undangan Bawaslu diatur dalam bab IV Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara […]

MARS PENGAWAS PEMILU

MARS PENGAWAS PEMILU Cipt: Gunawan Suswantoro( Sekjen Bawaslu RI ) Kami Pengawas Pemilihan UmumMengabdi Tuk Negara dan Berjiwa PancasilaBertugas Tuk Mengawal Demokrasi BangsaIndonesia Berdasar Undang-Undang Kami Pun BerdiriWujudkan Harapan ReformasiKobaran S’mangat Kami Tak Akan BerhentiAyo Awasi ! Jujur Adil Mandiri, Berintegritas TinggiMenjaga Hak Pilih Di Seluruh NegriBersama Rakyat Awasi PemiluDemokrasi Maju Pengawas Pemilu, Tonggak Demokrasi […]

TUGAS, WEWENANG DAN KEWAJIBAN BAWASLU KABUPATEN/KOT

TUGAS, WEWENANG DAN KEWAJIBAN BAWASLU KABUPATEN/KOTA Bawaslu Kabupaten/Kota bertugas : Melakukan pencegahan dan penindakan di wilayah kabupaten/kota terhadap : Pelanggaran Pemilu; dan Sengketa proses pemilu. Mengawasi pelaksanaan tahapan Penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota, yang terdiri atas ; Pemutakhiran data pemilih, penetapan daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap Pencalonan yang berkaitan dengan persyaratan dan tata pencalonan anggota DPRD kabupaten/kota; Penetapan calon anggota DPRD kabupaten/kota; Pelaksanaan kampanye dan dana kampanye; Pengadaan logistik Pemilu dan pendistribusiannya; Pelaksanaan pemungutan suara dan penghitugan suara hasil pemilu; Pengawasan seluruh proses penghitungan suara di wilayah kerjanya; Pergerakan surat suara, berita acara penghitungan suara, dan sertifikat hasil penghitungan suara dari tingkat TPS sampai ke PPK; Proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU kabupaten/kota dari seluruh kecamatan; Pelaksanaanpenghitungan dan pemungutan suara ulang, Pemilu lanjutan, dan Pemilu susulan; dan Prosespenetapan hasil Pemilu anggota DPRD kabupaten/kota; Mencegah terjadinya praktik politik uang di wilayah kabupaten/kota; Mengawasi netralitas semua pihak yang dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini; Mengawasi pelaksanaan putusan/keputusan di wilayah kabupaten/kota, yang terdiri atas: Putusan DKPP; Putusan pengadilan mengenai pelanggaran dan sengketa Pemilu; Putusan/keputusan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota; Keputusan KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota; dan Keputusan pejabat yang berwenang atas pelanggaran netralitas semua pihak yang dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang ini; Mengelola, memelihara, dan merawat arsip serta melaksankan penyusutan berdasarkan jadwal retensi arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; Mengawasi pelaksanaan sosialisasi Penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota; d Mengevaluasi pengawasan Pemilu di wilayah kabupaten/kota; dan Melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (1)  Dalam melakukan pencegahan pelanggaran Pemilu dan pencegahan sengketa proses Pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 101 huruf a, Bawaslu Kabupaten/Kota bertugas : Mengidentifikasi dan memetakan potensi pelanggaran pemilu di wilayah kabupaten/kota; Mengkoordinasikan, menyupervisi, membimbing, memantau, dan mengevaluasi Penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota; Melakukan koordinasi dengan instansi pemerintah dan pemerintah daerah terkait; dan Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu di Wilayah kabupaten/kota. (2)  Dalam melakukan penindakan pelanggaran Pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 101 huruf a, Bawaslu Kabupaten/Kota bertugas: Menyampaikan hasil pengawasan di wilayah kabupaten/kota kepada Bawaslu melalui Bawaslu Provinsi atas dugaan pelanggaran kode etik Penyelenggara Pemilu dan/atau dugaan tindak pidana Pemilu di wilayah kabupaten/kota; Menginvestigasi informasi awal atas dugaan pelanggaran Pemilu di wilayah kabupaten/kota; Memeriksa, mengkaji, dan memutus pelanggaran administrasi Pemilu; dan Merekomendasikan tindak lanjut pengawasan atas pelanggaran Pemilu di wilayah kabupaten/kota kepada Bawaslu melalui Bawaslu Provinsi. (3)  Dalam melakukan penindakan sengketa proses Pemilu sebagaimana dimaksud dalam pasal 101 huruf a, Bawaslu Kabupaten/Kota bertugas : Menerima permohonan penyelesaian sengketa proses Pemilu di wilayah kabupaten/Kota; Memverivikasi secara formal dan materiel permohonan sengketa proses pemilu di wilayah kabupaten/kota; Melakukan mediasi antarpihak yang bersengketa di wilayah kabupaten/kota; Melakukan proses adjudikasi sengketa proses Pemilu di wilayah kabupaten/kota apabila mediasi belum menyelesaikan sengketa proses Pemilu; dan Memutus penyelesaian sengketa proses Pemilu di wilayah kabuoaten/kota. […]

Kembali ke Atas