Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pekanbaru Libatkan Insan Pers Evaluasi Bawaslu Membelajarkan Volume 2

Bawaslu Pekanbaru Libatkan Insan Pers Evaluasi Bawaslu Membelajarkan Volume 2

Bawaslu Kota Pekanbaru mengajak insan pers menyaksikan tayangan perdana Bawaslu Membelajarkan Volume 2.

Pekanbaru - Bawaslu Kota Pekanbaru mengajak insan pers menyaksikan tayangan perdana Bawaslu Membelajarkan Volume 2. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat penyampaian informasi dan edukasi kepemiluan kepada masyarakat melalui konten digital, Kamis (3/9/2026).

Tayangan perdana tidak hanya menjadi momentum memperkenalkan Bawaslu Membelajarkan Volume 2, tetapi juga menjadi ruang untuk mendapatkan masukan secara langsung dari insan pers. Berbagai kritik dan saran disampaikan untuk membantu Bawaslu meningkatkan kualitas video agar lebih menarik, komunikatif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu masukan disampaikan oleh Staf Ahli DPR, Tejo, yang mendorong agar konsep Bawaslu Membelajarkan ke depan dapat dikembangkan dalam bentuk film pendek dengan mengangkat tema literasi kepemiluan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti keluarga maupun romansa. Menurutnya, konsep tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi karya yang dapat dilombakan sehingga jangkauan edukasi kepemiluan menjadi lebih luas.

Dari sisi visual, Tejo menyarankan agar video dilengkapi subtitle dan menggunakan footage yang lebih beragam. Dokumentasi kegiatan Pemilu dan Pilkada juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan visual agar konten tidak hanya mengandalkan foto, tetapi memiliki tampilan yang lebih dinamis.

Ia juga mendorong keterlibatan narasumber dari berbagai kelompok masyarakat, seperti pemuda, ibu-ibu, dan anak-anak. Kehadiran masyarakat secara langsung dalam konten dinilai dapat membuat pesan kepemiluan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari serta menunjukkan manfaat informasi yang disampaikan Bawaslu.

Masukan lainnya berkaitan dengan bagian pembuka dan penutup video. Keduanya dinilai perlu memiliki stopping point yang lebih kuat agar mampu menarik perhatian penonton. Selain itu, penulisan dalam video juga diharapkan tetap memperhatikan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Sementara itu, insan pers Abdul Hafis mendorong Bawaslu Kota Pekanbaru untuk semakin memperkuat pengelolaan media digital, khususnya dengan menyediakan stok video yang menarik dan dapat digunakan secara berkelanjutan selama tahapan Pemilu dan Pilkada. Dokumentasi visual yang beragam dinilai penting untuk mendukung kebutuhan produksi konten digital.

Hal senada disampaikan Taqim, insan pers, yang menekankan pentingnya penataan dokumentasi berdasarkan setiap tahapan Pemilu dan Pilkada. Dokumentasi yang tersusun secara sistematis akan memudahkan Bawaslu dalam memanfaatkannya kembali sebagai bahan publikasi maupun konten edukasi kepemiluan.

Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Bawaslu Kota Pekanbaru untuk mengembangkan Bawaslu Membelajarkan pada edisi-edisi berikutnya. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penyajian materi, tetapi juga mencakup konsep, visual, pemilihan narasumber, hingga pengelolaan dokumentasi.

Melalui kolaborasi dengan insan pers dan pemanfaatan media digital, Bawaslu Kota Pekanbaru terus berupaya menghadirkan informasi kepemiluan yang lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan masyarakat. Dengan demikian, edukasi kepemiluan tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui berbagai platform digital.

Penulis: Nazilah Rahmah

Editor: Humas Bawaslu Kota Pekanbaru