Lompat ke isi utama

Berita

Fondasi Integritas Pengawas Pemilu Jadi Bahasan Tausiyah Jumat Sehati Bawaslu Kota Pekanbaru

Bawaslu Kota Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh jajaran.

Bawaslu Kota Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh jajaran.

Pekanbaru – Bawaslu Kota Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati sebagai bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh jajaran. Kegiatan yang mengangkat tema "Fondasi Utama Integritas Penyelenggara Pemilu" ini menghadirkan Ustaz Abrizal sebagai penceramah dan dilaksanakan di lingkungan Kantor Bawaslu Kota Pekanbaru, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh Staf Humas Bawaslu Kota Pekanbaru, kegiatan tersebut diikuti oleh Anggota Bawaslu Kota Pekanbaru Reni Purba dan Taufik Hidayat, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Pekanbaru Angga Pratama, serta seluruh jajaran staf sekretariat Bawaslu Kota Pekanbaru.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Anggota Bawaslu Kota Pekanbaru Reni Purba menyampaikan bahwa Jumat Sehati merupakan program pembinaan yang diinisiasi oleh Bawaslu Republik Indonesia dan dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Bawaslu di Indonesia sebagai upaya memperkuat nilai-nilai integritas, moralitas, dan spiritualitas penyelenggara pemilu.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Abrizal mengajak seluruh peserta untuk mensyukuri nikmat usia yang masih diberikan Allah SWT. Menurutnya, umur yang masih dimiliki merupakan kesempatan bagi setiap manusia untuk terus memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, bertaubat, dan mengumpulkan amal saleh sebagai bekal kehidupan di akhirat.

Ia menjelaskan bahwa setiap manusia juga memiliki "umur kedua", yakni amal kebaikan yang terus dikenang dan memberikan manfaat. Oleh karena itu, umat Islam diajak meneladani Rasulullah SAW dengan memperbanyak perbuatan baik yang membawa kemaslahatan bagi sesama.

Dalam kaitannya dengan demokrasi, Ustaz Abrizal menjelaskan bahwa memilih dalam Pemilu merupakan bagian dari pelaksanaan hak dasar warga negara yang dijamin oleh negara. Hak tersebut berkaitan dengan perlindungan terhadap agama, jiwa, harta, pekerjaan, serta hak-hak dasar lainnya yang menjadi tanggung jawab negara untuk menjaganya melalui pemerintahan yang sah.

Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu memiliki peran strategis sebagai lembaga yang mengawal proses demokrasi sehingga setiap jajaran pengawas pemilu harus memiliki fondasi integritas yang kuat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Menurutnya, terdapat lima fondasi utama yang perlu dimiliki oleh setiap penyelenggara pemilu. Pertama, bersikap adil dalam menjalankan tugas pengawasan tanpa memihak kepada pihak mana pun. Kedua, memiliki keilmuan yang memadai agar setiap keputusan didasarkan pada pemahaman terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku. Ketiga, memiliki indra dan kemampuan analisis yang baik sehingga mampu melihat setiap persoalan secara objektif dan memberikan solusi yang tepat. Keempat, menjaga kesehatan jasmani, karena tugas pengawasan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Kelima, memiliki keberanian dalam mengambil keputusan meskipun berada dalam situasi yang penuh tekanan.

Selain itu, Ustaz Abrizal mengingatkan bahwa fondasi terpenting dalam menjaga integritas adalah rasa takut kepada Allah SWT. Kesadaran bahwa setiap tindakan senantiasa berada dalam pengawasan Allah menjadi pengingat agar setiap penyelenggara pemilu selalu bekerja dengan jujur, amanah, dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan Jumat Sehati, Bawaslu Kota Pekanbaru berharap nilai-nilai keagamaan dan integritas dapat terus tertanam dalam diri seluruh jajaran. Pembinaan spiritual ini diharapkan menjadi penguat karakter bagi setiap insan Bawaslu dalam menjalankan tugas pengawasan secara profesional, independen, dan berintegritas demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas dan terpercaya.

Penulis/editor: Humas Bawaslu Kota Pekanbaru