Jumat Sehati, Bawaslu Pekanbaru Ingatkan Pentingnya Iman, Amal, dan Kesabaran
|
Pekanbaru - Bawaslu Kota Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Darulhuda, staf Bawaslu Kota Pekanbaru, dengan mengangkat tema tentang makna keberuntungan dan kerugian sejati menurut pandangan Islam, Jumat (25/9/2026).
Dalam tausiahnya, Darulhuda mengajak jajaran Bawaslu Kota Pekanbaru untuk menjadikan Surah Al-'Ashr sebagai bahan renungan dalam menjalani kehidupan. Surah tersebut mengingatkan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang memiliki iman, mengerjakan amal saleh, serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Disampaikan bahwa ukuran keberuntungan dalam Islam tidak semata-mata dilihat dari banyaknya harta, jabatan, popularitas, maupun kemudahan hidup. Keberuntungan sejati lebih berkaitan dengan bagaimana seseorang menggunakan waktu dan kehidupannya sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan setelah kematian.
Darulhuda menjelaskan empat ciri orang yang tidak termasuk dalam golongan merugi sebagaimana kandungan Surah Al-'Ashr ayat 1–3. Pertama, beriman sebagai modal utama dalam kehidupan. Kedua, beramal saleh dengan mengimplementasikan keimanan melalui perbuatan nyata, seperti melaksanakan ibadah, bersedekah, memuliakan orang tua, dan menjaga amanah.
Ketiga, saling menasihati dalam kebenaran, yaitu mengingatkan sesama dalam kebaikan sekaligus menjadikan nasihat tersebut sebagai pengingat bagi diri sendiri. Keempat, saling menasihati dalam kesabaran, karena setiap manusia akan menghadapi berbagai ujian dalam kehidupannya, baik dalam bentuk kesulitan maupun kenikmatan.
Ia juga mengingatkan bahwa waktu terus berjalan dan tidak dapat dikembalikan. Setiap waktu yang berlalu merupakan bagian dari perjalanan manusia menuju akhir kehidupan. Karena itu, kesempatan yang dimiliki perlu diisi dengan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai kebaikan.
Dalam tausiahnya, Darulhuda turut mengingatkan agar tidak terlena dengan kehidupan dunia. Harta, jabatan, rumah, dan berbagai hal yang dimiliki pada akhirnya akan ditinggalkan. Bekal yang akan menyertai manusia adalah amal yang telah dilakukan selama hidup.
Namun demikian, manusia tidak perlu berputus asa ketika melakukan kesalahan. Pintu taubat senantiasa terbuka selama masih diberikan kesempatan hidup. Kesalahan hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki diri, kembali kepada Allah SWT, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebagai penutup, Darulhuda menyampaikan bahwa keberuntungan sejati bukan berarti menjalani kehidupan tanpa ujian. Keberuntungan adalah ketika seseorang tetap dekat dengan Allah SWT ketika menghadapi ujian, segera kembali ketika melakukan kesalahan, dan terus berusaha memperbaiki diri.
Melalui kegiatan Jumat Sehati, Bawaslu Kota Pekanbaru berharap tausiah yang disampaikan dapat menjadi ruang refleksi dan pengingat bagi seluruh jajaran untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, memperkuat keimanan, menjaga amanah, serta senantiasa menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan dan pelaksanaan tugas sehari-hari.
Penulis/editor: Humas Bawaslu Kota Pekanbaru