Lompat ke isi utama

Berita

Jumat Sehati Bawaslu Pekanbaru: Mengingat Kematian, Menyiapkan Bekal Akhirat

Jumat Sehati Bawaslu Pekanbaru: Mengingat Kematian, Menyiapkan Bekal Akhirat

Bawaslu Kota Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati secara daring melalui Zoom Meeting.

Pekanbaru - Bawaslu Kota Pekanbaru kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan rohani sekaligus pengingat bagi seluruh jajaran untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian, Jumat (18/9/2026).

Pada kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Madhatillah Minur, staf Bawaslu Kota Pekanbaru, dengan mengangkat tema “Kematian”. Dalam tausiah yang disampaikan, ia mengingatkan bahwa kematian merupakan kepastian yang akan dialami setiap manusia. Karena itu, setiap Muslim perlu mempersiapkan diri dengan memperkuat iman dan memperbanyak bekal amal kebaikan.

Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali 'Imran ayat 185:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara. Oleh karena itu, manusia tidak hanya perlu mempersiapkan kehidupan di dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Dalam tausiah tersebut, disampaikan empat hal yang dapat dilakukan sebagai bentuk persiapan menghadapi kematian. Pertama, memperkuat iman dan meningkatkan ibadah, karena ajal dapat datang kapan saja tanpa memberikan tanda. Kedua, memperbanyak amal saleh, seperti bersedekah, membaca Al-Qur'an, menjaga silaturahmi, serta bekerja dengan jujur dan amanah.

Ketiga, segera bertaubat dan tidak menunda untuk memohon ampun kepada Allah SWT maupun meminta maaf kepada sesama manusia. Keempat, menyelesaikan berbagai tanggungan, termasuk utang, amanah, serta menghindari permusuhan dan dendam kepada orang lain.

Selain mempersiapkan diri, materi Jumat Sehati juga membahas bagaimana seorang Muslim menyikapi kehilangan orang yang disayangi. Kematian perlu diterima sebagai ketetapan Allah SWT. Kesedihan dan tangisan merupakan bagian dari sifat manusiawi, sementara kesabaran bukan berarti seseorang tidak boleh menangis, melainkan mampu menjaga ucapan dan perbuatan ketika menghadapi musibah.

Mendoakan orang yang telah meninggal juga menjadi salah satu bentuk kasih sayang yang dapat terus diberikan. Kehilangan orang terdekat diharapkan tidak hanya menjadi sumber kesedihan, tetapi juga menjadi pengingat bagi yang masih hidup untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki amal perbuatan.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Pekanbaru, Misbah Ibrahim, turut menyampaikan pesan kepada jajaran agar mengambil hikmah dari materi yang disampaikan. Ia mengingatkan bahwa kematian dapat datang tanpa memberikan tanda atau peringatan terlebih dahulu.

Misbah juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pengingat tentang kematian sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat.

Melalui kegiatan Jumat Sehati, Bawaslu Kota Pekanbaru terus mendorong pembinaan yang tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedinasan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis/editor: Humas Bawaslu Kota Pekanbaru